Sabtu, 09 Oktober 2010

Budaya Kerja Bank Mandiri

Brown (1998 : 306) menyatakan bahwa budaya organisasi mengacu kepada sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggotasuatu organisasi, dan membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi yang lain. Tata nilai dalam budaya organisasi dapat berperan sebagai sumber kakuatan penting yang diyakini dan dianut secara luas dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan. Namun budaya organisasi dapat menjadi beban bagi keberhasilan apabila budaya organisasi tidak sesuai dengan tujuan organisasi. Misalnya siatuasi lingkungan bisnis yang menuntut adanya adaptasi dan perubahan organisasi, namun di sisi lain budaya organisasi menginginkan tidak adanya perubahan dan mempertahankan status quo, maka organisasi akan mengalami inertia yang pada akhirnya dapat mengalami kemunduran.

Organisasi yang mampu mencapai dan mempertahankan keberhasilan dicirikan oleh budaya organisasi sebagai berikut :

1) Nilai inti organisasi yang dianut secara kuat oleh anggota organisasi.

2) Terdapatnya persepsi umum yang diyakini dan dijunjung tinggi secara bersama oleh para anggota organisasi.

3) Budaya dianggap sebagai sumber kekuatan penting dan berharga.

4) Segala sesuatu diatur dan berjalan dengan baik berdasarkan nilai-nilai budaya organisasi.

5) Nilai-nilai budaya yang ada dirasakan bersama secara luas dalam organisasi.

6) Para anggota organisasi merasa terikat kepada nilai-nilai inti yang ada dalam budaya organisasi.

Atasan sebagai tokoh panutan

Bagaimana cara mengelola budaya perusahaan? Pengelolaan budaya perusahaan yang baik, jika setiap pekerja memahami , dan melaksanakannya, pada kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor. Untuk mendapatkan budaya kerja perusahaan yang baik, maka atasan sebagai tokoh panutan merupakan hal yang tak dapat ditawar lagi. Sebagai pimpinan, maka pimpinan harus menjadi panutan, yang dapat dimulai dari hal-hal sepele, seperti datang paling pagi dan pulang paling lambat.

Atasan harus juga mengasah empati terhadap anak buahnya. Empati sangat diperlukan untuk memahami anak buah, terutama jika kita memahami bahwa manusia adalah unik. Tak ada satupun manusia didunia ini yang mempunyai karakter, sikap dan perilaku yang sama walaupun kembar yang berasal dari satu telur. Dengan memahami karakter masing-masing anak buah, seorang pimpinan akan mampu berkomunikasi, sehingga anak buah tidak merasa seperti diperintah, tetapi akan melakukan pekerjaan dengan senang hati, karena dia juga merasa memiliki perusahaan tersebut, dan berusaha bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Disini diperlukan kepekaan pimpinan untuk bisa jadi motivator, dan mendorong anak buah bekerja maksimal. Eileen Rahman dan Sylvina Savitri, dalam Kompas tanggal 18 Nopember 2006 hal 57, mengutip pernyataan Albert Mehrabian sbb: ” Di dalam komunikasi, hanya 7% ucapan yang akan diserap oleh penerima berita. Sisanya, yang 93% adalah sinyal non verbal. Artinya, bila tak dibantu emosi, semangat, gerak dan intonasi, maka komunikasi kita tidak efektif.”

Di sini kita memahami, mengapa bisa terjadi perbedaan dalam hasil. Mengapa unit kerja A menjadi lebih baik, lebih solid, dibanding unit kerja lain, karena memperoleh pimpinan yang bisa menjadi motivator bagi anak buahnya.

Dalam bidang perbankan, empati ini sangat penting, karena selain memudahkan komunikasi dengan anak buah (subordinates), dengan peer atau rekan setingkat, maupun dengan atasan, komunikasi ini sangat diperlukan dalam berhubungan dengan nasabah. Karena lembaga perbankan adalah bisnis yang didasarkan atas kepercayaan, maka akan terlihat mengapa nasabah A lebih suka menjadi nasabah pada Bank “Mujur” dibanding menjadi nasabah Bank “Akur”. Hubungan antara nasabah dengan Bank dapat diibaratkan sama seperti hubungan”suami isteri”, dimana masing-masing saling percaya, dan bilamana nasabahnya sakit (usahanya menurun), maka hal ini akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Oleh karena itu masing-masing pihak harus tetap menjaga hubungan tadi agar tercapai sinergi yang positif.

Bank Mandiri sebagai hasil merger dengan 4 bank milik pemerintah lainnya telah memiliki sejarah yang panjang yang dimulai sejak kemerdekaan Indonesia. Perubahan politik, sosial dan budaya serta lingkungan global tidak dapat dipungkiri merupakan bagian dari perjalannya. Budaya pelayanan serta mengutamakan nasabah baru dimulai pada era deregulasi di tahun 1980-an sampai akhirnya liberalisasi tidak dapat dihindarkan telah membawa perbankan Indonesia ke dalam pasar global. Budaya organisasi perbankan secara otomatis dituntut untuk terus mengalami perubahan ke arah yang lebih kompetitif bukan hanya di pasar domestik tapi di pasar global.

Nilai-nilai Budaya Bank Mandiri

Visi bank Mandiri adalah menjadi “Bank Terpercaya Pilihan Anda” Sedangkan misinya adalah :

1. Berorientasi pada Pemenuhan kebutuhan pasar.

2. Mengembangkan sumber daya manusia profesional

3. Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder

4. Melaksanakan manajemen terbuka

5. Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Pada tahun 2005 Bank Mandiri mengembangkan suatu budaya kerja baru. Untuk mewujudkan visi dan misi sebagaimana di atas merupakan suatu perjalanan panjang yang harus ditempuh dalam suatu koridor dan pedoman yang disepakati bersama dalam organisasi. Terdapat 5 nilai budaya, yakni serangkaian prinsip yang dijadikan sebagai panduan moral dalam berperilaku, bertindah dan mengambil keputusan. Nilai budaya yang menjadi pedoman tersebut dirumuskan sebagaimana Tabel 3.

Tabel. 3. Definisi Nilai Budaya dan Perilaku Utama Bank Mandiri

Nilai

Definisi

Perilaku Utama

Kepercayaan/Trust

Membangun keyakinan dan sangka baik di antara stakeholder dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan

· Saling menghargai dan bekerja sama

· Jujur, tulus dan terbuka

Integritas/Integrity

Setiap saat berfikir, berkata dan berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi

· Disiplin dan konsisten

· Berpikir, berkata dan bertindak terpuji

Profesionalisme/

Professionalsm

Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab

· Kompeten dan bertanggung jawab

· Memberikan solusi dan hasil terbaik

Fokus pada Pelanggan/

Customer Fokus

Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan

· Inovatif, proaktif dan cepat tanggap

· Menggunakan pelayanan dan kepuasan pelanggan

Kesempurnaan/ Execelence

Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil yang terbaik secara terus menerus.

· Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus

· Peduli lingkungan

Sumber : Tim Internalisasi Budaya Bank Mandiri (2002)

Penjabaran dari panduan tentang nilai-nilai budaya tersenut juga diberikan kepada semua karyawan, yang secara ringkas adalah sebagaimana berikut.

1. Kepercayaan;

Merupakan sesuatu yang tumbuh atas dasar keyakinan akan suatu keandalan dan keluhuran karakter dan kepribadian. Kehandalan seseorang yang tidak dilandasi karakter yang luhur tidak akan menimbulkan suatu kepercayaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kepercayaan ini diwujudkan dalam perilaku saling menghargai dan bekerja sama, serta tindakan yang jujur, tulus dan terbuka. Nilai kepercayaan dijawabarkan dalam dua perilaku utama, yakni “Saling menghargai dan bekerja sama” dan “Jujur, tulus dan terbuka”.

Perilaku saling mengargai dan bekerja sama

· Memperlakukan rekan kerja, pelanggan, dan semua pihak yang berkepentingan dengan penuh hormat dan santun.

· Menjaga komunikasi yang penuh empati di antara sesama rekan kerja sehingga tercipta saling pengertian dalam hubungan interpersonal.

· Menciptakan dan memelihara iklim lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman.

· Menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab sehingga tumbuh suatu kepercayaan yang langgeng.

· Menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

· Menjalin kerja sama antar individu dan antar unit kerja untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tercapainya tujuan organisasi.

· Saling memberikan bantuan dan dukungan yang positif terhadap sesama rekan kerja dan berkontribusi aktif untuk mencapai tujuan bersama.

· Menghormati perbedaan di antara para pegawai dan menjadikan perbedaan itu sebagai titik awal untuk mencapai sinergi.

Perilaku jujur, tulus dan terbuka

· Senantiasa berkata dan bertindak berdasarkan kebenaran, sesuai fakta dan kenyataan yang terjadi.

· Memelihara niat yang murni dan penuh kerelaan, bertindak semata-mata demi kepentingan yang terbaik bagi Bank Mandiri, tanpa pamrih dan tanpa ada maksud tersembunyi.

· Memelihara transparansi dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan, dengan memberikan informasi yang relevan secara benar, tepat dan akurat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip pribadi dan kerahasiaan.

· Berani mengakui keterbatasan dan kesalahan, serta bersedia untuk melakukan perbaikan.

· Berani mengemukakan saran, pendapat dan kritik secara obyektif dan terbuka.

2. Integritas

Adalah suatu nilai yang memelihara satunya pikiran, kata dan perbuatan yang sesuai dengan hati nurani dan prinsip-prinsip kebenaran. Integritas diwujudkan dalam perilaku disiplin dan konsisten, serta perilaku berpikir, berkata dan bertindak terpuji, sesuai dengan prinsip moralitas yang menunjukkan adanya keluhuran karakter dan budi pekerti.

Disiplin dan Konsisten

  • Bertindak menepati janji dan komitmen yang telah disepakati
  • Mematuhi aturan, kebijakan dan prosedur di Bank Mandiri serta peraturan perundangan yang berlaku secara bijaksana dan dengan penuh tanggung jawab.
  • Mengambil keoutusan secara bijaksana dalam berbagai situasi dengan tetap berpegang pada aturan dan kebijakan yang berlaku
  • Memegang teguh prinsip dan pendirian yang kita yakini benar dan tidak mudah berubah meskipun berada dalam tekanan atau situasi sulit.

Berpikir, Berkata dan Bertindak Terpuji

  • Memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin orang lain memperlakukan kita
  • Bersikap adil dan bijaksana dalam segala situasi
  • Bekerja dengan penuh dedikasi, melindungi kepentingan dan kehormatan pribadi dan Bank Mandiri serta selalu menjunjung tinggi kode etik profesi.
  • Menghindari peluangg yang memungkinakan terjadinya benturan kepentingan
  • Harus senantiasa berupaya untuk menjadi panutan dan teladan bagi orang lain dengan menjalankan apa yang kita ucapkan secara konsisten
  • Menggunakan harta milik perusahaan dengan penuh tanggung jawab hanya untuk kepentingan Bank Mandiri.
  • Tidak menggunakan informasi perusahaan untuk kepentingan pribadi maupun pihak ketiga tanpa persetujuan resmi dari Bank Mandiri.
  • Mengambil keputusan secara obyketif dan bebas dari tekanan maupun pengaruh dari pihak manapun.
  • Tidak menawarkan, memberikan ataupun menerima suap dalam bentuk apapun.

3. Profesionalisme

Profesionalisme merupakan suatu nilai yang mengedepankan keahlian dan kompetensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Nilai profesionalisme diwujudkan dalam perilaku yang menjunjung tinggi kompetensi dan tanggung jawab serta komitmen untuk senantiasa memberikan solusi yang terbaik.

Kompeten dan Bertanggung Jawab

· Senantiasa mengembangkan tingkat kompetensi supaya dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan sesuai tuntutan profesi.

· Menetapkan standard yang tinggi sebagai tolok ukur keberhasilan kinerja dan dengan penuh tanggunng jawab berusaha mencapai standard kinerja yang telah ditetapkan.

· Senantiasa memelihara gairah dan semangat yang tinggi dalam bekerja.

· Menumbuhkan rasa ikut memiliki terhadap Bank Mandiri dan berani bertanggung jawab untuk setiap tindakan dan keputusan yang kita buat.

· Bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi tercapainya visi dan misi Bank Mandiri.

Memberikan Solusi dan Hasil Terbaik

  • Kita menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan akurat
  • Bekerja secara cerdas, yaitu efisien dan efektif, memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk mencapai hasil yang maksimal.
  • Mengelola pekerjaan secara sistematis melalui proses perencanaan, pengorganisasian serta evaluasi dan pemamtauan secara berkesinambungan.
  • Dalam upaya memberikan hasil yang terbaik, kita memiliki keberanian untuk mengambil risiko yang diperhitungkan secara cermat sehingga tidak akan mengorbankan kepentingan perusahaan.

4. Fokus pada Pelanggan/Customer Focus

Fokus pada pelanggan merupakan salah satu nilai utama yang melandasi sikap insan Bank Mandiri untuk senantiasa membina hubungan baik dengan pelanggan serta langgeng dan berkesinambungan. Pelanggan eksternal maupun internal Bank Mandiri merupakan mitra yang akan kita dukung untuk terus maju dan tumbuh secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk itu fokus pada pelanggan kita wujudkan dalam perilaku yang inovatif, proaktif dan cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan serta mengutamakan kepentingan dan kepuasan pelanggan.

Inovatif, Proaktif dan Cepat Tanggap

  • Selalu peka terhadap kebutuhan pelanggan dan proaktif untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.
  • Selalu inovatif dan berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Selalu fokus untuk memberikan layanan dengan nilai tambah spesifik yang dibutuhkan pelanggan.
  • Bersikap empatik terhadap keluhan dan permasalahan pelanggan dan capat tanggap untuk dapat memberikan solusi terbaik untuk setiap keluhan nasabah.

Mengutamakan Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan

  • Berupaya untuk memuasakan dan memberikan layanan prima yang melebihi harapan pelanggan, dengan tetap mempertimbangkan aspek risiko dan prinsip kehati-hatian.
  • Kita berupaya untuk mengutamakan kepentingan pelanggan dengan tetap memperhatikan kepentingan Bank Mandiri.
  • Memahami pelanggan secara utuh untuk dapat berperan sebagai mitra yang akan mendukung pelanggan untuk maju.
  • Memberikan solusi yang tidak hanya sekedar memauaskan pelanggan tetapi mendorong pelanggan untuk tumbuh dan berkembang.
  • Berupaya untuk senantiasa memelihara hubungan baik dengan pelanggan dalam jangka panjang dan memperhatikan perkembangan pelanggan dari waktu ke waktu.
  • Menghargai kepentingan pelanggan dan menghormati prinsip pribadi dan kerahasiaan dalam hubungan dengan pelanggan.
  • Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diri untuk dapat selalu memberikan layanan yang unggul kepada pelanggan.
  • Sealalu bersikap ramah, sopan dan profesional dalam berinteraksi dengan pelanggan.
  • Senantiasa berupaya untuk masuk dalam lingkungan pelanggan dan menjadi mitra yang dapat diandalkan setiap saat.

Menurut pendapat saya Bank Mandiri adalah bank yang memiliki budaya kerja yang sangat baik, semakin lama Bank Mandiri selalu menunjukkan komitmen yang semakin baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan pada tahun 2007 PT Bank Mandiri dinobatkan sebagai bank nasional paling efisien dari 130 bank yang beroperasi di Indonesia dalam Banking Efficiency Award 2007 versi Harian Bisnis Indonesia. Pencapaian itu tidak lepas dari suatu kinerja dan budaya kerja yang sangat baik yang dimiliki oleh Bank Mandiri.




PUSTAKA :
  1. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Xij7vvoHB0oJ:research.mercubuana.ac.id/proceeding/TRANSFORMASI-BUDAYA-KORPORASI-BANK-MANDIRI.doc+budaya+kerja+bank+mandiri&cd=5&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a
  2. www.mercubuana.ac.id
  3. http://www.harpackindo.co.id/Budaya%20Perusahaan.htm
  4. http://tabieta.net/index.php/art-and-culture/16-culture/39-budaya-perusahaan
  5. http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/news-detail.asp?id=IEfV42528902






1 komentar:

  1. Apakah seorang pimpinan mandiri mitra usaha boleh membentak dan memaki nasabahnya, dengan kata kata kata yg tidak pantas,,?, hal terjadi di mandiri mitra usaha Depok cabang Ruko Puri Depok Mas, jalan raya sawangan, adalah ibu Reza, memperlakukan Nasabahnya Nurkasida Hasjbuan dengan sangat arogan menurut saya, bahkan dengan sangat arogan ibu Reza ,menantang LSM, dan juga terhadap Ahok pun dia tkdak takut, apakah pantas seorang pimpinan seperti itu?

    BalasHapus